Berhentilah Menjadi Gelas

segelas airAda sebuah tulisan yang cukup inspiratif bagi gw ketika blogwalking ke sejumlah blog lain. Bercerita tentang seorang murid yang berkeluh kesah kepada gurunya. Murid tersebut selalu terlihat murung dan terlihat jelas digurat wajahnya masalah yang begitu berat sedang dihadapinya. Sang guru pun memanggil murid nya bertanya kepadanya dengan lemah lembut ” kenapa wajah mu terlihat suntuk dan muram …?”. Murid pun menjawab dengan nada dengan suara berat dan pelan ” masalah yang kuhadapi begitu berat dan selalu datang bertubi-tubi, rasanya mau pecah kepala ini memikirkannya “. Sambil tersenyum ramah sang guru menyuruh murid tersebut untuk mengambil kan segelas air putih dan segenggam garam. ” masukan garam tersebut kedalam gelas dan dan minumlah air tersebut “. Diminumlah air tersebut dan dengan senyum kecut sang murid menjawab ” asin sekali air ini “. Tak berapa lama guru tersebut mengajak muridnya mengikuti langkahnya menuju danau yang tak jau dari pemondokan mereka. Setibanya didanau sang guru berkata ” masukan senggengam garam tadi kedalam danau ini dan minumlah air tersebut “. Tanpa berfikir panjang murid tersebut langsung meminum air danau tersebut dan berkata ” begitu segar air ini dan terasa sejuk dikerongkongan, rasa asin dari garam yang diminum dari segelas air tadi pun sirna “. Kembali sang guru tersenyum dan berkata ” air danau yang kau minum dari danau ini adalah air yang sama yang beasal dari hulu sungai di atas bukit sana, dan jumlah kadar garam yang dimasukkan kedalam air pun sama. Tidak ada perbedaan sama sekali. Yang membedakan hanya wadah dari penampung air tersebut”. Sang guru pun menjelaskan lebih lanjut ” Allah tidak akan memberikan kadar kesulitan kepada hambanya hanya sebatas kemampuan yang dipikulnya. Tidak lebih atau pun kurang tergantung dari hati kita, sebesar apakah hati kita menghadapi kesulitan dan cobaan tersebut.”

Sekelumit cerita di atas memberikan sedikit inspirasi bahwa kita harus bisa menerima segala kesulitan hidup bagaikan air di danau yang bisa menawarkan segenggam garam tadi. Keluarlah dari kesulitan tersebut dan luaskan hati kalian hingga seluas danau yang mampu menawarkan kesulitan hidup. Jangan jadikan hati mu seperti gelas yang hanya mampu menampung sedikit air dan sewaktu-waktu dapat retak dan hancur hingga berkeping-keping. Hadapi semua kesultan kalian dengan hati lapang…..!!!!!

Semoga dapat menggugah dan menjadikan isnpirasi hidup…..

Mencoba Berbagi Pengalaman Salesman

Sebagai seorang salesman yang baru didunia automotive sepertinya masih terlalu dangkal untuk berbagi dan sharing pengalaman nyales. Hanya sekedar bebagi pengalaman aja nih dan tidak ada maksud untuk menyombongkan diri sebagai the best salesman. Dalam artian saya ini buat termasuk the best salesman di tempat kerja tapi setidaknya untuk saat ini bisa sedikit survive dibandingkan dengan teman-teman sekantor lainnya.

Ada sedikit inspirasi yang membuat saya memberanikan diri untuk menulis sedikit tips tentang marketing. Mempunyai keingan agar para pembaca blog ini yang ketika lulus dari pendidikan kuliah atau pun SMU merubah mainset yang ada di otaknya bahwa sales itu pilihan terakhir karena sudah tidak ada lowongan lain atau memang hanya itu pekerjaan yang ditawarkan. Berbagai cemoohan pun pernah dilontarkan oleh beberapa teman semasa sekolah dulu ketika mereka tau pekerjaan saya sebagai salesman. ” ihh…kok mau sih kerja kaya gitu” merupakan kata-kata yang selalu dilontarkan mereka.

Perlu sedikit dijelaskan bahwa hanya dengan menjadi sales lah pendapatan kita bisa tidak terbatas. Mempunyai pendapatan lebih pasti semua orang mau tapi kalau dengan kerja extra lebih…hmm sedikit yang mau. Penjelasan dan tips didunia marketing akan dilanjutkan melalui posting-posting yang akan datang. Sebagai prolog dari tulisan ini mohon maaf kepada para pakar marketing lainnya dan tidak ada maksud untuk menyombongkan diri, hanya sekedar berbagi sedikit pengetahuan aja yaah……