|
Penumpasan mafia peradilan lagi di gembar-gemborkan para petinggi negeri ini. Entah hanya sekedar anget-anget tai ayam atau pun ranah hukum di Indonesia mulai menunjukan giginya. Pemberantasan para koruptor pun terjaring begitu banyaknya dari pejabat kelas tengik sampai para dewan yang katanya terhormat itu. Walaupun sempat terjegal beberapa kasus yang menyebabkan sebagian dari mereka tidak senang departemennya di acak-acak dan dijebloskan ke penjara, pemberantasan para koruptor dan mafia peradilan terus berlanjut walupun sedikit terseok-seok.
Sidak mendadak ke dalam rutan wanita di pondok bambu dan menemukan bahwa tahanan korupsi artalyta hidup mewah bak hotel bintang 5 di penjara. Dengan fasilitas kamar ber AC, tempat tidur empuk, meja kantor plus pembantu dan fasilitas wah lainnya sang dewi koruptor tersebut tinggal dengan nyaman. Tak seperti para tahanan lainnya yang tinggal satu sel saling berdesakan dengan fasilitas seadanya.
Bukankan dalam UUD 45 menyebutkan bahwa semua warga negara berstatus sama di mata hukum…?? Bukan karena punya banyak uang bisa mendapatkan perlakuan yang berbeda dari tahanan lainnya. Merupakan tamparan besar bagi pemimpin negeri ini yang bilang kalau tidak tau akan hal ini.
Kalau saja para koruptor yang telah menyengsarakan rakyat itu, harta bendanya di sedot hingga tanpa sisa tentunya hal ini bisa sedikit mengurangi prilaku menyimpang para oknum sipir penjara tersebut. Kontrol media pun dibutuhkan didalam rutan penjara untuk membongkar kebusukan para oknum sipir-sipir tersebut. Penggunaan kamera tersembunyi pun diperlukan untuk mencari bukti yang otentik.
Sebuah cerminan moral bejad para oknum…..
Berantas habis mavia peradilan di negeri ini……….MERDEKA…….
Berikut foto barbuk nya…..
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |









Menjelang musim haji hampir disetiap sudut kota ini diserbu oleh peternak hewan qurban sapi & kambing. Harga pun bervariasi untuk setiap kambing atau sapi tergantung dari ukurannya. Semerbak bau kambing tercium kemana-mana deh. Tampaknya para pedagang hewan ini tidak ditata dengan rapih oleh pemerintah. Asalkan ada lahan kosong dan kandang-kandang darurat pun berdiri. Tak ada juga stiker atau sertifikat jaminan kesehatan dari depkes yang memastikan kesehatan hewan ternak tersebut.
Kasus yang bergulir bak bola panas antara Prita & RS.OMNI semakin membuat masyarakat umum menaruh simpati kepada ibu prita. Seperti yang sudah kita ketahui secara umum yang menyebabkan kenapa Prita diperkarakan oleh rumah sakit dengan taraf international ini, ketika curhatannya menjadi buah bibir di jagad maya yang membuat RS.OMNI berang.